Selasa, 12 April 2011

Ketika Terjadi Pembodohan Secara Organisatorik bagi Siswa SMA

                                                                                                     
    Siswa tugasnya adalah belajar, tetapi belajar tidak hanya secara akademik namun organisasi  juga berperan penting dalam proses pembelajaran. Banyak sekolah-sekolah mengabaikan peranan pembelajaran organisasi tersebut, sebagai contoh ketika seseorang yang telah tamat SMA yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi misalkan ke jenjang Universitas, ketika itu pasti dia harus mengikuti Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jadi ketika dia tidak memiliki dasar untuk suatu organisasi kampus, maka pastilah kedepannya dia akan sulit untuk karirnya.

                SMA Negeri 6 Medan memiliki organisasi, yang terbesar adalah OSIS, yang lain seperti Paskibra, Pramuka, Sabghagiri, PMR, SKI,SKK. Masing-masing dari organisasi tersebut memiliki tujuan dan pengkaderan yang jelas, namun ketika organisasi tersebut di vakumkan baik secara langsung maupun yang tidak langsung pastilah mengganggu kinerja organisasi tersebut. Intervensi dari pihak sekolah haruslah dihilangkan meskipun status organisasi tersebut berada di bawah Kepala Sekolah, yang sering terjadi di SMAN 6 Medan adalah pihak sekolah sering mengkritik kinerja organisasi-organisasi tersebut, namun tidak pernah memberikan solusi, padahal mereka yang sering melambat-lambatkan kinerja organisasi-organisasi tersebut.

                Kepala Sekolah yang sekarang kurang professional dengan masalah sekolah, selalu menitikberatkan dengan prestasi akademik, padahal potensi yang ada di SMAN 6 Medan kebanyakan kearah Organisasi. Menurut saya, alangkah baiknya pembagian anggaran sekolah dibagi secara merata baik di bidang akademik maupun bidang organisasi,tanpa ada intervensi dari pihak sekolah. Sistem birokrasi yang terjadi di SMAN 6 Medan selalu lambat dan bertele-tele.
               
                Sebagai contoh, pertama, ketika ada surat undangan acara dari luar  sekolah masuk ke SMAN 6 Medan yang ditujukan kepada salah satu organisasi, surat tersebut masuk sudah lama tetapi pihak sekolah melambat-lambatkan bahkan menyimpan surat tersebut agar tidak sampai ke organisasi itu, Alasan mereka adalah organisasi tersebut tidak siap terhadap acara yang tertera pada surat tersebut. bahwa  Padahal ketika di baca oleh pengurus organisasi tersebut waktu berlangsungnya acara tersebut masih ada dua bulan lagi. 
Kedua, ketika salah satu organisasi sekolah mengadakan acara besar yang membutuhkan dana dari sekolah untuk menyukseskan acara tersebut, tetapi pihak sekolah ini berkilah dengan mengatakan proposal salah, dana minim, dan banyak lagi alasan yang lain. Padahal dana yang diminta tidak terlalu banyak. Ada apa dengan birokrasi sekolah ini ?

                Uang Pembangunan ditambah dengan SPP sekolah ini tiap tahun selalu ada dan digunakan untuk oprasional sekolah ini. Apakah pihak sekolah mau menyelewengkan dana tersebut?
OSIS sebagai penampung aspirasi siswa-siswa dan organisasi-organisasi yang ada di SMAN 6 Medan tidak mampu memberikan peranannya. Apakah OSIS lupa tugasnya? Apakah OSIS tidak sadar dengan keadaan ini? Apakah OSIS telah terintervensi juga?
OSIS kedepan harus diikutsertakan dalam Rapat mengenai masalah Anggaran, karena yang mengetahui permasalahan organisasi adalah OSIS,
OSIS harus ikut serta dalam menentukan anggaran pembangunan SMAN 6 Medan.
                                                                                                                                 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar